Birokrasi Lintas Daerah News

Oknum Kasi Pasar Jual Belikan Lapak Darurat

Korban Kebakaran Pasar Kertosono Keluhkan Ulah Pegawai Pasar

 NGANJUK – ANJUKZONE – Untuk mengatasi korban kebakaran Pasar Kertosono, pemerintah daerah telah mengusahakan beberapa lapak di pasar darurat. Agar para pedagang korban kebakaran dapat kembali berjualan. Hanya saja, itikad pemerintah daerah tersebut justru dimanfaatkan oleh segelintir orang, yang ingin mengambil keuntungan pribadi dari para korban kebakaran. Alih-alih membantu meringankan beban penderitaan para korban, justru ada oknum kasi pasar memanfaatkan kesempatan di atas penderitaan warga korban. Sebut saja Rif, yang diduga kuat telah menyalahgunakan jabatannya sebagai kasi pasar, dengan cara memanipulasi dan menjual sebagian lapak kepada pedagang lain, yang bukan warga korban kebakaran.

Informasi di lapangan menyebut, lapak dengan nomor 60 dan 63, dijual oleh oknum kasi pasar, melalui petugas pungut pasar.

“Sehingga orang yang bukan korban kebakaran dapat berjualan di lapak tersebut,” keluh salah satu warga korban kebakaran.
.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Kabupaten Nganjuk, Roro Heny Rohtanti sudah mengetahui adanya oknum kasi pasar yang menjual-belikan sebagian lapak. Untuk itu, dinas secepatnya mengembalikan uang yang diterima oknum kasi pasar, dan member sanksi administrasi apabila benar-benar terbukti telah menjual lapak pasar sementara tersebut.

Selain terjadi manipulasi jual-beli lapak, di pasar juga ditemukan, untuk mengurus ijin menempati lapak, petugas menerima fee dari pedagang.

Susanto, pedagang pasar darurat Kertosono mengatakan, saat mengurus ijin menempati lapak, beberapa korban kebakaran menggunakan jasa petugas pasar untuk mengurus ijin menempati lapak.

“Wajar kalau petugas menerima fee dari pedagang, karena mereka yang membantu mengurusi,” ujar Susanto.

Adanya pasar sementara akibat korban kebakaran ini, pedagang berharap perhatian serius dari pemerintah daerah. Yakni, agar kondisi pasar bisa lebih ramai oleh pengunjung, angkutan umum bisa masuk hingga jalan depan pasar. Selain itu, pedagang juga mengeluhkan kondisi saluran air,

“Meski sudah dibantu pasar sementara, kendaraan supara diijinkan untuk turun di depan pasar, supaya kondisinya bisa lebih ramai. Juga masalah saluran air, kalau pas hujan supaya tidak menggenangi lapak-lapak, sehingga para pembeli nyaman berbelaanja,” pungkas Susanto.

Repoter : Sukadi

Editor : Yuniar Nurrohmah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *