News Politik

KPU Plenokan Rekapitulasi DPHP

126.564 Orang Tidak Penuhi Syarat Pemilu

NGANJUK – ANJUKZONE – Tahapan pemilihan bupati dan wakil Bupati Nganjuk 2018 memasuki rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran  (DPHP) di tingkat kabupaten. Masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) membacakan hasil RDPHP di tingkat kecamatan. Hasilnya ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS) oleh KPUD Nganjuk.

Hadir dalam rapat pleno terbuka adalah seluruh PPK beserta anggota dari 20 kecamatan, Forpimda Nganjuk, Paswaslu Nganjuk, dan perwakilan tim pemenangan paslon.

Dari laporan 20 PPK diperoleh data, total daftar pemilih sebelumnya sebanyak 912.754 pemilih, dengan kriteria 454.697 pemilih laki-laki dan 458.057 pemilih perempuan. Namun setelah dilakukan pemutakhiran, jumlahnya menurun tinggal 855.404 pemilih, dengan kriteria 426.739 pemilih laki-laki dan 428.664 pemilih perempuan. Sehingga terjadi selisih 57.350 pemilih.

Sementara pemilih baru sebanyak 69.213 pemilih, yakni 35.260 laki-laki dan 33.953 perempuan. Selanjutnya pemilih yang tidak memenuhi syarat sebanyak 126.564 orang, terdiri 63.218 laki-laki dan 63.364 perempuan.

Ketua KPUD Nganjuk Agus Rahman Hakim membuka pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran (DPHP) di Hotel Nirwana (foto-sukadi)

Ketua KPUD Nganjuk, Agus Rahman Hakim menyampaikan, pelaksanaan rapat pleno RDPHP dimaksudkan untuk mengecek kembali data yang diperoleh masing-masing PPK setelah dilakukan coklit di tingkat PPS. Sehingga sebelum masuk ke kantor KPUD Nganjuk kondisi data sudah valid.

“Dikhawatirkan ada kesalahan data, seperti salah ketik atau salah memasukkan ke dalam aplikasi rekapitulasi,” terang Agus dalam rapat pleno terbuka RDPHP dan penetapan DPS dalam rangka pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk 2018 di Hotel Nirwana Nganjuk, Kamis siang, 15 Maret 2018.

Setelah ditetapkan menjadi DPS, kata Agus. Masyarakat masih diberi kewenangan untuk mengecek ulang apakah namamnya sudah tertera serta identitasnya sudah benar atau belum. Sehingga saat ditetapkan sebagai daftar pemilih tetap (DPT) sudah tidak ada perubahan lagi.

Hal serupa disampaikan Divisi Perencanaan Program dan Data KPUD Nganjuk, Muchiyin, setelah dilakukan rekapitulasi DPHP, ternyata jumlah pemilih yang tidak memenuhi syarat cukup banyak, yakni mencapai 126.564 orang.

Ketua KPUD Nganjuk Agus Rahman Hakim menyerahkan salinan berkas berita acara rekapitulasi DPHP kepada tiga tim paslon (foto-sukadi)

“Setelah dilakukan coklit, ternyata yang tidak memenuhi syarat seperti ada yang meninggal, pindah dan ganda, PNS, anggota TNI/Polri atau belum memiliki e-KTP dan belum direkam,” terang Muchiyin, S.Th.I, Divisi Perencanaan Program dan Data KPUD Nganjuk.

Hanya untuk calon pemilih baru yang belum memiliki E-KTP, ada beberapa kemungkinan, diantaranya, lantaran mereka belum mencukupi usia 17 tahun saat didata oleh petugas. Kemungkinan lain, mereka sudah melakukan perekaman namun belum menerima keping KTP Elektronik, hanya menerima surat keterangan.

“Atau ada yang belum melakukan perekaman sama sekali, karena umurnya saat didata belum mencapai 17 tahun. Namun pada saat hari pencoblosan nanti, umur mereka sudah memenuhi 17 tahun,” tegas Muchiyin.

Untuk itu, kata Muchiyin, bagi warga pemilih yang belum melakukan perekaman KTP Elektronik akan didata ulang, dibantu dan dikawal supaya memperoleh surat keterangan khusus untuk bisa memilih dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Nganjuk.

“Nanti lewat PPS, mereka akan pro-aktif mendata pemilih baru yang belum pernah mengurus KPT Elektronik dan membantu agar secepatnya mendapatkan surat keterangan perekaman,” pungkasnya. (advertorial)

Reporter : Sukadi

Editor : Yuniar Nurrohmah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *