Budaya Entertainment News Wisata

Ritual Melasti di Pura Kerta Bhuawana Giri Wilis

Ratusan Umat Hindu Sucikan Diri di Air Merambat Roro Kuning

NGANJUK – ANJUKZONE – Setahun sekali, masyarakat Hindu yang berada di Lereng Gunung Wilis Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur menyelenggarakan upacara Melasti. Sebuah ritual untuk menyambut tahun baru Saka dan hari raya Nyepi ini di selenggarakan di obyek wisata air merambat Roro Kuning, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Minggu, 11 Maret 2018, mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Mereka berangkat dari Pura Kerta Bhuawana Giri Wilis yang berlokasi di Dusun Curik desa setempat menuju Roro Kuning dengan jalan kaki.

Mengku Damri, Ketua Umat Hindu Pura Kerta Bhuawana Giri Wilis menyampaikan, setiap menyambut hari besar Nyepi dan tahun baru Saka, umat Hindu selalu mengadakan ritual upacara Melasti ke tempat-tempat sumber air. Tujuannya untuk menyucikan diri dan lingkungan sekitar, sehingga dengan hati, pikiran dan alam suci, umat Hindu dapat melakukan kegiatan hari raya Nyepi dan menyambut tahun Baru Saka dengan khidmat, serta bisa memulai lagi kehidupan yang lebih baik pada tahun berikutnya.

Umat Hindu Kerta Bhuawana Giri Wilis, Desa Bajulan Kecamatan Loceret, Nganjuk mengadakan ritual Melasti di Air Merambat Roro Kuning (foto-sukadi)

“Tujuannya untuk menyucikan diri dan lingkungan dengan mencari sumber-sumber air seperti danau dan laut, menghanyutkan segala kotoran alam serta menghanyutkan segala penderitaan manusia melalui air kehidupan, kemudian mengambil tirta amertha dari sumber air tersebut untuk memberikan sari-sari kehidupan kepada seluruh makhluk hidup termasuk alam,” terang Mengku Damri usai memimpin ritual.

Ritual mengambil tirta amertha dari sumber air lanjut Damri, menggambarkan pencapaian hidup yang lebih baik. Untuk itu, dengan mengambil air dari sumber seperti halnya mengambil sari-sari alam ciptaan Tuhan. Dengan demikian, hendaknya manusia tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan sehingga merusaknya, yang akan menyebabkan kesengsaraan bagi manusia itu sendiri.

“Maka dalam praktik kehidupan berikutnya umat harus bisa membenahi dan memantapkan diri sebagai pedoman hidup, dari perubahan diri itulah kita semakin peduli kepada sesama dan alam lingkungan,” jelasnya.

Dalam rangkaian upacara Melasti tersebut, sekitar 600 warga Hindu Gunung Wilis berjalan kaki menuju Roro Kuning sejauh sekitar 3 kilometer dengan medan naik turun. Mereka membawa perangkat-perangkat pura yang disakralkan seperti pratima, pralingga, arca dan juga jempana.

Semua perangkat tersebut diusung menuju sumber air berikut sesajen, umbul-umbul, payung serta senjata Nawa Sanga, diringi dengan seni reog. Mereka juga membawa berbagai hasil bumi dan ternak, seperti ayam, burung, bebek, dan sebagainya.

Setelah selesai, benda-benda sakral tersebut kembali diusung dan kembali ke Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis. Namun berbagai hasil bumi dan ternak dilarung ke sungai dari aliran air merambat Roro Kuning. Tampak saat prosesi larung, banyak anak kecil berebut berkah berupa hasil bumi dan sejumlah binatang ternak.

Sebelumnya, ratusan ratusan umat Hindu melangsungkan doa-doa di hadapan air merambat Roro Kuning dipimpin soerang ketua pura, Mengku Damri. Di dalamnya juga dilantunkan gendhing-gendhing dan tari-tarian, yakni Tari Bali dan Reog Ponorogo.

Selain upacara Melasti, masih ada sejumlah rituan menyambut Hara Raya Nyepi dan tahun baru Saka tersebut, diantaranya, pawai tawur ke-sanga atau ogoh-ogoh dari Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis menuju Monumen Jendral Soedirman, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret.

“Sebagai penghormatan kepada para Bhuta Kala, agar tidak mengganggu manusia dan saling menjaga,” tegas Mengku.

Ritual lain berupa pelaksanaan catur brata penyepian, di mana umat Hindu melakukan puasa, tidak menyalakan api selama sehari semalam. Mereka berada di dalam rumah, tanpa ada sorot lampu. Terakhir umat Hindu melaksanakan acara “Nglebar” dan “Ngebak Geni” dengan cara maaf memaafkan antar umat se-dharma di Pura Kerta Bhuawan Giri Wilis.

Penulis : Sukadi

Editor : Yuniar Nurrohmah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *