Ekonomi Lintas Daerah News

MUI Nganjuk Sebut Bank Plecit Haram

Buati Segera Tertibkan Rentenir Berkedok Koperasi

NGANJUK – ANJUKZONE – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nganjuk menggelar Musyawarah Daerah (Musda), Kamis, 8 Maret 2018. Musyawarah dilaksanakan di Aula Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Nganjuk, dibuka langsung oleh Wakil Ketua II MUI Jawa Timur Dr. H. M. Sudjak, M.Ag.

Hadir dalam Musda, Plt Bupati Nganjuk K.H. Abdul Wachid Badrus, M.Pdi., Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Nganjuk, Drs. H. Barozi, M.Pdi., dan Ketua MUI Kabupaten Nganjuk, Drs. H. Abdul Qodir, serta para ulama.

Plt. Bupati Nganjuk, Abdul Wachid Badrus menyampaikan, musyawarah ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota sekaligus membas kepengurusan MUI Kabupaten Nganjuk. Keberadaan MUI sangat dibutuhkan masyarakat Kabupaten Nganjuk. Tak dipungkiri, di jaman serba digital ini segala macam informasi bahkan yang bersifat hasutan hingga berita sesat sangat mudah ditemui.

“Keberadaann ulama itu sangat diperlukan, agar bisa membantu mengontrol,” terang Plt. Bupati Nganjuk.

Plt. Bupati mengakui, keberadaan MUI Kabupaten Nganjuk telah vakum untuk beberapa waktu. Untuk itu, pihaknya berharap kepengurusan segera dibentuk kembali. Dengan demikian, bila ada usulan supaya dapat menampung dan ditindaklanjuti.

“Pemda Nganjuk sangat mendukung selama hal tersebut semata-mata untuk kepentingan masyarakat,” tegas Plt Bupati.

Disinggung terkait maraknya praktik rentenir yang berkedok koprasi di Nganjuk, Plt. Bupati Nganjuk mengatakan, pemda secepatnya berkoordinasi dengan Dinas Perkoprasian untuk melakukan penertipan koprasi ilegal.

Karena praktik demikian sangat memberatkan ekonomi rakyat Nganjuk dan sama halnya melegalkan praktik renternir. “Praktik renternir dan riba sangatlah menodai prinsip koprasi. Koprasi itu sangat baik karena lebih mendahulukan kesejahteraan anggota, namun koperasi yang sebagai kedok, hanya dijadikan alat bagi sebagian orang yang memiliki modal untuk mengeruk keuntungan pribadi,” tandasnya.

Kepala Kemenag Kabupaten Nganjuk, Drs. H. Barozi, M.Pdi., juga berharap agar MUI Kabupaten Nganjuk bisa saling mendukung, dan mengutamakan kerukunan agar tidak gampang terpicu adanya hasutan-hasutan yang mampu menimbulkan konflik.

Sementara itu, Wakil Ketua II MUI Jatim Dr. H. M. Sudjak, M.Ag., menyinggung betapa pentingnya keberadaan Majelis Ulama sebelum ia menyatakan pernyataan pembukaan Musda. “Majelis Ulama memiliki peranan yang sangat penting, terkait dengan maraknya bank plecit, itu sama dengan renternir dan haram hukumnya,” katanya. (sukadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *