Berita Edukasi News

Korban Check Lock: Guru SMPN 1 Wilangan Masuk Rumah Sakit

NGANJUK – ANJUKZONE – Gara-gara mengejar check lock, salah satu guru di SMPN 1 Wilangan mengalami kecelakaan hingga masuk rumah sakit. Kondisinya, di beberapa bagian tubuhnya terdapat luka ringan dan tidak sadarkan diri saat ditemukan warga di pinggir jalan, Kamis pagi, 08 Maret 2018 sekitar pukul 06.30 WIB.

Tri Handayani, saksi mata yang pertama kali mengetahui terjadi kecelakaan di Dusun Wonorejo, Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, kondisi korban tidak sadarkan diri. Setelah didekati, diketahui bernama Erna Tri Widayati, guru Bahasa Jawa SMPN 1 Wilangan. Korban mengalami kecelakaan karena tergesa-gesa mengejar check lock menuju tempat dia bekerja. Nahasnya, dalam perjalanan, Erna yang mengendarai sepeda motor sendiri itu terjatuh dan tubuhnya terpental ke aspal jalan, setelah menabrak segerombolan kambing di jalan.

Oleh Tri Handayani yang juga sama-sama mengejar check lock, agar tidak terlambat dinas di SMPN 1 Bagor, kejadian tersebut disampaikan ke salah satu teman gurunya, Moh. Huda agar menghubungi pihak keluarganya.

“Karena saya juga cepat-cepat ngejar check lock, sampai di sekolah saya ceritakan ke salah satu teman kalau ada kecelakaan,” terang guru Bahasa Indonesia itu.

Setelah dihubungi, Kardi suami korban langsung mendatangi lokasi kejadian dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Nganjuk dalam kondisi belum sadarkan diri. Sampai dirumah sakit, korban harus dirawat, karena kondisinya masih lemah.

“Itu tadi kami sama-sama mau berangkat dinas. Ibuknya (istrinya,red)ke SMPN 1 Wilangan, saya ke SMPN 1 Nganjuk. Kemungkinan tergesa-gesa, takut telat sehingga ada kambing lewat, tidak bisa menghindari, akhirnya ditabrak dan jatuh,” kata guru IPS, warga Desa Sidokare, Kecamatan Rejoso.

Menurut Kardi, istrinya selalu berangkat mengejar check lock lebih awal, menghindari kondisi jalan ramai. Selain itu, kondisi istrinya juga sering sakit, sehingga harus berangkat dari rumah pagi-pagi. Sedangkan hari ini, bersamaan dengan jadwal  kontrol kesehatannya di rumah sakit. Namun, berangkat dari rumah sudah hampir pukul 6.30 WIB.

“Rencananya, tadi check lock dulu baru ke rumah sakit, karena jadwal istri saya kontrol kesehatannya,” tegasnya.

Mengapa guru harus mengejar check lock? Kardi menyampaikan, karena takut mendapat sanksi dari atasannya. Mereka takut, tunjangan fungsional satu kali gajinya tidak bisa dicairkan, bila telat, lupa, ijin, atau sakit.

Informasi yang dihimpun, para guru di Nganjuk mulai resah sejak diterapkan aturan guru harus check lock, baik datang maupun pulang. Guru mulai check lock sebelum pukul 07.00 WIB dan meninggalkan jam dinas setelah pukul 14.00 WIB. Padahal, rata-rata siswa sudah pulang sekitar pukul 12.30 WIB untuk enam hari kerja. Apabila tidak mengikuti aturan tersebut, guru diancam, tunjangan dipotong satu kali gaji tiap bulannya.

Padahal, dasar pencairan tunjangan fungsional guru bukan absen berbentuk finger print atau check lock, melainkan daftar hadir guru kependidikan  (DHGTK). Dan ini satu-satunya daftar kehadiran guru yang resmi akan diberlakukan untuk menghitung kehadiran guru dan akan dituangkan dalam juknis tunjangan professional pendidik (TPP), sehingga tidak ada alasan memperlambat penyaluran TPP dengan meminta dokumen atau berkas dalam bentuk apapun pada guru-guru. Sedangkan DHGTK ini dihitung berdasarkan beban mengajar guru 24 jam mengajar tiap minggu, bukan total hari kerja.

Tidak heran, di sejumlah sekolah di Nganjuk banyak yang menolak dan tidak mau melaksanakan kebijakan daftar hadir menggunakan finger print tersebut. Lebih-lebih, di lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak /PAUD dan sekolah dasar, belum ditemukan sekolahan yang menerapkan check lock. Apabila kebijakan yang salah ini tetap diberlakukan, maka akan terjadi diskriminasi terhadap guru yang sama-sama penerima TPP.

Tidak mustahil, korban-korban di tengah perjalanan menuju dinas mengajar bertambah karena tergesa-gesa mengejar check lock. (sukadi)

2 Replies to “Korban Check Lock: Guru SMPN 1 Wilangan Masuk Rumah Sakit

  1. Bejo ciloko manusia sudah ada ketetapan. Dari Alloh SWT. Manusia cuma diwajibkan berusaha dan berdoa.

    1. Seberapa penting + efesien ceklock bagi guru,gk usah kebanyakan aturan jk mmg ingin mberi kesejahteraan bagi guru,krn berkat guru tdk ada critanya presiden & anggota dewan,dll. Guru sdh th tupoksinya msg”. Cb dlht sikon guru dilapangan krn tdk semua guru msh fit sikon fisiknya. Apakah manusiawi utk guru” sprt kisah tsb hingga terjatuh dr spd ttp kita paksakan. Sedangkan pencairan TPP jls” berdasarkan DHGTK, bkn ceklock. Tlg pertimbangkan nasib guru yg mengajar di sekolah desa yg slt dijangkau dlm wkt singkat apalagi jk kondisi cuaca hujan, pertimbangkan pula jk guru skt apakah ttp hrs dipaksakan mengajar tnp terkecuali,apakah hrs jth korban lbh byk lagi bagi guru agr pemerintah mempertimbangkan aturan tdk manusiawi tsb. Ingatlah dlm Al Quran disebutkan BAHWA ALLAH AKAN MEMPERSULIT URUSAN HAMBANYA BILA DIA MEMPERSULIT SESAMANYA…smg kt ingat bhw kelak apapun yg kt lakukan pada sesama akan ada KARMAnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *