News Politik

Sama-sama Hobi Blusukan

Emil Pilih ISC Desy Cetak Pertanian Modern

NGANJUK – ANJUKZONE – Kedua calon pemimpin di Jawa Timur , Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak dan Calon Bupati Nganjuk Desy Natalia Widya ternyata memiliki kebiasaan yang hampir sama.  Keduanya memanfaatkan program blusukan ke pasar-pasar tradisional dan warga desa pinggiran untuk mendulang suara putaran pilkada 2018. Program lain yang serupa adalah peningkatan ketahanan pangan lewat pertanian, seni dan budaya.

Dalam bidang pertanian, suami artis Arumi Baschin ini lebih memilih sistem digital untuk mengontrol perputaran hasil dan kualitas pertanian, lewat program handalannya, Information Super Corridor (ISC).  Program ini (ISC) untuk membangun jejaring informasi dua arah dari pelaku usaha lokal dan mitra, baik di dalam maupun luar daerah.

“Dengan program ini (ISC,red), para petani dapat mengontrol perkembangan harga di lain daerah, cukup lewat jejaring,” ujar Bupati Trenggalek non-aktif ini saat berkunjung ke sentra bawang merah Sukomoro, Selasa, 06 Maret 2018.

Sementara, Calon Bupati Nganjuk, Desy Natalia Widya lebih memilih sistem “cetak pertanian modern,” sebagai kabupaten lumbung pangan nasional.

Pemerintah menggandeng investor, membantu mengelola pertanian mulai masa tanam hingga pasca panen. Petani cukup menyediakan lahan, petani mendapat gaji, pupuk dan obata-obatan ditanggung, hasil produksi pertaniannya dibeli pemerintah.

Dimisalkan, tiap hektare lahan padi, biasanya petani dapat menghasilkan 7 – 8 ton, bila menggunakan sistem cetak pertanian modern, dijamin hasil produksi padi bisa mencapai 13 ton per hektare-nya. Pemerintah memiliki kewajiban membeli hasil produksi gabah maksimal 10 ton, sesuai harga patokan pemerintah (HPP) gabah kering.

“Petani hanya menyiapkan lahan, mereka dapat gaji, gabahnya dibeli pemerintah sesuai HPP, jadi mereka tidak lagi dipermainkan oleh tengkulak dan tidak resah terjadi penurunan harga,” ujar calon bupati berpasangan dengan Ainul Yakin ini.

Dengan system cetak pertanian modern ini, Nganjuk dapat mempertahankan kondisi pangan, dan dengan cepat dapat menggembalikan status Kabupaten Nganjuk yang pernah menjadi kabupaten lumbung pangan Nasional. (sukadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *