Berita Edukasi News

Pengarah Akui Salah Kirim Softcopy

Soal Try Out Banyak Kesalahan Menuai Protes Warganet

NGANJUK – ANJUKZONE – Di Lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, sepertinya dunia pendidikan dibuat main-main oleh sekelompok orang. Hampir setiap kegiatan yang menyangkut peningkatan mutu pendidikan, dilaksanakan asal gugur kwajiban. Ini sudah kali ketiga, pelaksanaan try out kelas 9 jenjang SMP/MTs dilaksanakan. Sejak try out pertama dilaksanakan, sudah ditemukan banyak kesalahan dalam soal untuk empat bidang studi yang diujicobakan. Tidak tanggung-tanggung, dalam 20 paket soal, yang terdiri 40 soal pilihan ganda, dan lima soal isian tersebut, terdapat kesalahan sekitar 50 persen. Kesalahan terbanyak terjadi pada soal Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Kontan, penyusunan soal yang menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) tersebut menuai banyak protes warganet dari kalangan guru.  Awalnya, kesalahan soal mendapat tanggapan dingin dari sejumlah guru, lantaran menjadi suatu yang lumrah, meski dampaknya menimpa ribuan siswa yang akan menempuh ujian nasional dan menghabisakan dana pendidikan tidak sedikit.

Anehnya, kesalahan soal serupa kembali terulang pada try out kedua. Bahkan jumlahnya lebih banyak, kualitas kesalahan pun lebih parah. 20 paket soal Bahasa Indonesia, hanya dua paket yang tidak ditemukan kesalahan. Sedangkan soal paket bahasa Inggris, ditemukan 12 paket soal yang salah.

Sujito, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk dikonfirmasi adanya kesalahan pada sejumlah soal try out menyampaikan, bukan menjadi tanggungjawab dinas. Kewenangan menyusun soal try out semua diserahkan kepada Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

“Lho? Try out kan dari dan oleh guru? Masukan njenengan, tentang soal itu, tolong saya diberi. Termasuk mapel yang lain. Suwun,” jawabnya dikonfirmasi adanya temuan banyak kesalahan soal try out lewat pesan pendeknya.

Runyamnya, kesalahan terulang pada try out ketiga. Bila kesalahan soal pada try out sebelumnya berkisar pada pilihan jawaban yang dobel dan lupa menandai soal sinonim, kali ini soal yang sama terulang-ulang pada nomor berikutnya.

“Monggo dipun pirsani paket 10 soal bahasa Indonesia…hehehe…soalnya hanya 20 selanjutnya no2 tsb diacak lagi…hehehe,” komentar salah satu grup whatsApp sambil menunjukkan bukti rekapan nomor-nomor soal yang salah.

Guru lain menyampaikan, “Masih ada lagi…td ada info bahwa soal paket 4 no 20 soalnya doble ternyata tdk doble…sementara yg bermasalah adalah paket 4 no 4 yg uraian gak ada pertanyaannya….”

“Sakjane dlm penyusunan soal ki mestine ada tim edit apa tdk tho?…hehehe,” sindir guru satunya.

“Paket 2 nomor 38…yg menunjukkan no 2 gak ada.”

“Paket 8 juga parah…no 36=31, 37=32, 38=33, 39=34, 40=35. Paket 10 saya gak ngira kl sebanyak itu yg sama. Astaghfirullahalazim.”

Kembali Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Sujito dikonfirmasi adanya banyak kesalahan fatal pada soal try out Bahasa Indonesia dan keluhan sejumlah guru, menanggapi dingin. “Yang diserahi MKKS,” jawabnya singkat.

Endang Sri Wahyuningsih, pengarah penyusunan soal try out kelas 9 jenjang SMP/MTs tidak mengelak adanya banyak kesalahan di hampir seluruh paket soal. Diakui, kesalahan berawal dari tim penyusun soal yang terdiri dari guru-guru pilihan. Hanya saat menyetorkan softcopy ke percetakan lupa tidak melalui proses editing, sehingga yang disetor bukan soal yang sudah jadi, melainkan berupa draf.

“Kesalahan soal bahasa Indonesia menjadi tanggungjawab saya sebagai pengarah, bukan tim. Mereka sudah bekerja dengan baik dengan susah payah, jangan ikut disalahkan,” ucap Kepala SMPN 3 Rejoso. (sukadi)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *