News Politik

Cawagub Emil dan Cabup Desy Blusukan Pasar Kertosono

Pedagang Minta Bertahan, Pasar Tidak Direlokasi

 

NGANJUK – ANJUKZONE – Emil Dardak, calon Wakil Gubernur Jawa Timur didampingi calon Bupati Nganjuk Desy Natalia Widya blusukan ke Pasar Kertosono, Nganjuk. Kedua calon tersebut langsung mendatangi para korban kebakaran Pasar Kertosono, yang ludes dilalap api, 2017 lalu. Banyak keluhan dan pesan didapat dari para korban yang hingga kini belum jelas nasibnya. Baik calon wakil Gubernur Jawa Timur maupun calon Bupati Nganjuk, sangat memahami keluhan warga korban pasar terbakar yang menghendaki agar tidak dipindahkan, dan tetap bertahan di lokasi semula.

Calon Bupati Trenggalek non-aktif, Emil Dardak  mengatakan, pedagang meminta untuk membangun kembali Pasar Kertosono. Mereka tidak ingin pindah ke lokasi lain, lantaran relokasi yang ditawarkan tidak menjamin arus pengunjung pasar seperti diharapkan oleh para korban.

“Mereka (korban,red) hanya minta pasar lama dibangun lagi, dan tidak mau kalau dipindah ke tempat lain. Takutnya, arus pengunjung tidak bisa seramai yang ada di pasar lama ini,” terang suami artis Arumi Bachin, Selasa, 06 Maret 2018.

Emil berjanji, akan membantu para pelaku pasar tradisional bila dipercaya menjadi pemimpin di Jawa Timur. Yakni lewat program unggulannya berupa information super corridor. “Ini adalah sistem informasi yang mengumpulkan data pelaku ekonomi industri pertanian dari Badan Perwakilan Wilayah (Baperwil,red) itu. Sehingga semua pelaku ekonomi dan pelaku usaha tersebut bisa ketahuan,” jelas dia.

Desy Natalia Widya, Calon Bupati Nganjuk 2018 (foto-soel)

Sehingga, lanjutnya, pemerintah dengan mudah memonitor langsung perkembangan ekonomi pasar.

“Jadi kalo misalnya, oh ternyata di pasar ini, kekurangan komoditi ini. Kita bisa prediksi dua bulan lagi daerah ini menghasilkan komoditi ini. Masa panen itu kita bisa gunakan sistem IT dengan menggunakan software kita bisa lakukan clearing,” ucapnya.

Hal yang sama disampaikan calon Bupati Nganjuk Desy Natalia Widya, terkait kondisi Pasar Kertosono yang terbakar. Calon Bupati yang akrab disapa Mbak Desy itu juga sepaham dengan para pedagang untuk tidak memindahkan ke lokasi baru. Pasalnya, kondisi pasar lama sudah banyak dikenal, dan menjadi pusat perputaran ekonomi warga Kertosono dan sekitarnya.

“Mereka sudah nyaman dengan kondisi pasar lamanya, karena para pelanggan mereka sudah banyak,” jelas Mbak Desy.

Selain mendatangi Pasar Kertosono, kedua calon tersebut juga blusukan di Pasar Bawang Merah di Sukomoro. Seperti agenda blusukan di sejumlah pasar lain, para pedagang saling menyampaikan keluhan. Kali ini, para pedagang bawang merah mengeluhkan harga bawang merah yang tidak stabil. Lebih-lebih saat musim panen, harga bawang merah mrosot drastis, sehingga petani banyak dirugikan. Mereka berharap, pemerintah dapat mengendalikan harga bawang merah di pasaran, sehingga para pedagang dan petani tidak dirugikan. (sukadi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *