News Regional

Pelajar SD Meninggal Setelah Diimunisasi Difteri

NGAWI– ANJUKZONE – Diduga diimunisasi vaksin Difteri, anak berumur 7 tahun di Kabupaten Ngawi meninggal dunia. Alhaz Celsia Rua, siswi kelas 1 SDN Tawun 2, Kecamatan Kasreman ini meninggal dunia setelah mendapat suntikan vaksin di sekolahnya, Rabu, 27 Pebruari 2018 lalu.

Sumarmi, ibu korban menuturkan, setelah mendapat suntikan imunisasi, putrinya mengeluh kepalanya pusing, badannya menggigil, dan mual. Akhirnya, diantar pulang ke rumahnya. Baru esok harinya, korban dibawa ke Puskesmas Kasreman. Namun oleh dokter yang menanganinya, korban dirujuk ke Rumah Sakit Widodo Ngawi. Sayang, nyawa korban tidak tertolong dan meninggal di rumah sakit.

“Sebelumnya anak saya sehat-sehat saja. Tidak punya riwayat penyakit apa-apa. Sebelum berangkat sekolah juga sudah sarapan, tapi setelah diimunisasi malah sakit, kemudian meninggal,” jelas Sumarmi.

Kepala SDN Tawun 2 juga membenarkan bahwa salah satu muridnya meninggal setelah mendapat suntikan vaksin Difteri yang dilaksanakan oleh tim Puskesmas Kasreman.

“Saya mendengar kabar, korban telah meninggal dari orang tuanya. Setahu saya, dia (korban,red) sehat-sehat saja sebelum diimunisasi,” terang kepala sekolah.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Yudhono, saat mendatangi rumah duka, tidak mau disalahkan. Justru dia mengelak, korban meninggal bukan lantaran terkena suntikan imunisasi Difteri, melainkan sakit radang otak yang diderita korban.

“Buktinya, anak-anak yang lain juga biasa saja,” kilahnya.

Hingga jenazah dimakamkan, belum ada keterangan resmi, apakah kasus tersebut bakal diusut. Kendati di sejumlah daerah juga ditemukan kasus yang sama, banyak anak yang meninggal setelah mendapat suntukna vaksin Difteri, sebagaimana dilansir sejumlah media massa. (sukadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *