Berita Edukasi

UNBK di Nganjuk, 6 Sekolah Masih ‘Ndompleng’

“Sekolah Tidak Mampu Sediakan Perangkat Komputer”

NGANJUK – ANJUKZONE – Kendati semua SLTA di Nganjuk sudah berbasis komputer dalam ujian nasional (UN), namun ada beberapa sekolah yang masih ‘ndompleng’. Dari 80 sekolah penyelenggara, 6 diantaranya harus ujian di sekolah lain. Karena, sekolah tersebut belum memiliki infrastruktur komputer sendiri. Masing-masing, SMK Rodlatul Muslimin Prambon ikut ujian di SMKN Gondang, SMK PGRI Tanjunganom di SMK PGRI 3 Nganjuk, SMK PGRI Ngetos di SMKN 2 Nganjuk, SMA Muhammadiyah 3 Tanjunganom di SMAN Prambon, SMA Katolik Santo Agustinus Tanjunganom di SMAN 1 Tanjunganom, SMA PGRI Gondang di SMKN Gondang.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Cabang Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, Adi Prayitno menyampaikan, jenjang pendidikan SLTA lebih dahulu mengawali UNBK dibanding jenjang SLTP di Nganjuk. Hanya beberapa tahun lalu, masih banyak sekolah penyelenggara yang harus numpang di sekolah lain, lantaran keterabatasan sarana dan prasarana komputer dan jaringan internet. Namun untuk tahun ini, hampir semua sekolah sudah menggunakan sistem digital dalam pelaksanaan ujian nasional.

“Hanya enam sekolah yang masih numpang ke sekolah lain, mungkin mulai tahun depan, sudah semuanya menyelenggarakan UNBK sendiri,” terang Adi Prayitno.

Diakui dengan numpang di sekolah lain, peserta ujian nasional harus siap di sekolah penyelenggara lebih awal. Selain lokasinya jauh dari sekolah asal, mereka harus siap 30 menit sebelum jadwal pelaksanaan dimulai. “Seperti siswa dari Prambon ikut di Gondang, mereka harus datang lebih awal, karena jaraknya jauh,” tegasnya.

Untuk jenjang SLTA, lanjut Adi, akan dijadwal tersendiri antara SMK dengan SMA. UNBK SMK dilaksanakan tanggal 2 hingga 5 April, sedangkan UNBK SMA dilaksanakan tanggal 9 hingga 11 April 2018. Peserta Ujian Nasional terbagi dalam shift, mengingat keterbatasan ruang komputer pada masing-masing sekolah penyelenggara. Untuk jumlah ratusan siswa  yang ikut ujian nasional setidaknya terbagi tiga shift. Lantaran tiap ruang ujian hanya mampu menampung antara 30 sampai 36 siswa.

“Yang shift terakhir bisa pulang sampai sore,” pungkasnya. (sukadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *