Berita Edukasi

Hadapi Ujian, Bangunan SDN Begadung 2 Roboh

KBM dilaksanakan di ruang gur (foto-sukadi)

NGANJUK – ANJUKZONE – Setelah diguyur hujan deras, empat ruang kelas di SDN Begadung 2, Kecamatan Nganjuk roboh pada bagian terasnya. Akibatnya, keempat ruang kelas tersebut tidak lagi dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Para siswa terpaksa menempati ruang guru dan sebagian teras sekolah yang masih utuh.

Wahyudi, penjaga sekolah pertama kali yang mengetahui ada sebagian bangunan sekolahnya roboh. Malam itu, sekitar pukul 21.45 WIB, dia bersama keluarganya sedang santai melihat TV. Tiba-tiba dikejutkan suara gemuruh dan keras dari arah bangunan gedung sekolah. Ketika dicek, ternyata bagian teras sekolah sudah roboh. Kemudian dia langsung melaporkan kondisi sekolah ke kepala sekolah malam itu juga.

“Ada empat kelas yang terasnya roboh,” terang Wahyudi.

Melihat dari puing-puing bangunan yang roboh, kondisi kayu penyangga atap memang banyak yang sudah lapuk. Selain itu, dikarenakan faktor usia bangunan sudah tua, yang dibangun sejak tahun 1980-an itu.

Jumiatu, salah seorang guru SDN Begadung 2 menyampaikan, sebenarkan pihak sekolah sudah berulang kali melaporkan kondisi sekolah yang sudah mengkawatirkan ke dinas pendidikan. Namun hingga sekarang belum ada tanggapan sama sekali. Padahal, kondisi sekolah sangat membahayakan anak-anak saat proses belajar mengajar.

“Untungnya kejadiannya malam hari, kalua terjadi siang hari, pas banyak anak-anak, tidak bisa membayangkan, apa yang terjadi,” keluh Jumiatun.

Yang lebih memprihatinkan, siswa kelas 6 sedang menghadapi ujian nasional. Mereka sangat membutuhkan ruang kelas yang nyaman untuk kegiatan ujian. Padahal, empat ruang kelas yang seharusnya dapat digunakan, kondisikan sangat membahayakan bila dipaksakan.

Meski sementara sebagian siswa masih bisa menempati ruang guru dan sebagian teras yang masih utuh, itu tidak menjamin proses belajar mengajar berjalan dengan baiik. Selain siswa tidak konsentrasi belajar, ruang guru yang seharusnya dimanfaatkan untuk menyiapkan laporan guru, terpaksa terganggu. “Kasihan anak-anak kelas 6, waktunya menghadapi ujian, kalua ruang kelasnya rusah, mereka ujian dimana,” keluh Jumiatun.

Apalagi anak-anak kelas 1 sampai kelas 5, juga akan menghadapi ulangan kenaikan kelas, mereka juga membutuhkan ruang kelas untuk ulangan. Apalagi, jumlah siswanya lebih banyak, karena ada empat kelas yang ruangannya tidak bisa dipakai.

“Kami berharap pemerintah daerah melaui dinas pendidikan untuk segera mengambil tindakan, agar anak-anak bisa belajar dengan baik,” pungkasnya. (sukadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *