News Politik

20 Jiwa Pilih Belum E-KTP Acam Golput

NGANJUK – ANJUKZONE – Hingga batas waktu rekap daftar pemilih sementara (DPS), pemilihan bupati dan wakil bupati Nganjuk 2018, tidak kurang dari 20 ribu jiwa pemilih belum mendapatkan kartu tanda penduduk elektronik (KTP Eleketronik) atau E-KTP. Padahal, syarat utama bagi pemilih untuk menggunakan hak pilihnya adalah mereka yang sudah memiliki E-KTP. Sebagian data ini diprediksi bakal menyumbang meningkatnya jumlah golongan putih (Golput) pada putaran pemilihan bupati dan wakil bupati Nganjuk, manakala tidak segera teratasi.

Komisioner KPUD Nganjuk, Devisi Perencanaan dan Data, Muchiyin, S.Th.I menyampaikan, berdasarkan hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) jiwa pemilih Kabupaten Nganjuk, total jiwa pemilih yang belum memiliki E-KTP dimungkinkan bakal menghambat proses penetapan data pemilih.

Menurutnya, sebagian calon pemilih sudah mengurus E-KTP dan sudah melakukan rekam foto, namun keping E-KTP-nya belum keluar, sehingga mereka baru menerima surat keterangan yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Nganjuk.

“Kalau yang sudah rekam foto dan memegang surat keterangan, masih bisa menggunakan hak pilihnya dalam pemilu nanti,” terangnya.

Yang menjadi masalah adalah  bagi mereka yang punya hak pilih tapi belum mengurus di kantor Dispenduk Capil, terpaksa mereka tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Ini diatur dalam Undang-Undang No. 07/2017 tentang Pemilu.

Hanya, Muchiyin belum bisa memastikan, berapa jumlah calon pemilih yang belum mengurus E-KPT. Pihaknya baru bisa memastikan, setelah DPS pilkada selesai direkap, 16 Maret 2018 mendatang. Namun sebelumnya, pihaknya akan mengirimkan data hasil coklit ke Dispenduk Capil secepatnya, agar mendapat tindaklanjut.

“Ini sudah kami persiapkan datanya untuk diserahkan ke kantor Catatan Sipil,” pungkasnya. (sukadi)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *