Ekonomi News Pertanian

Ir. Riswanti Iriani: Ber-hortikultura Melimpah Terkendala Pangsa Pasar

Berawal Coba-coba Berbuah Kuwalahan Marketing

TUBABA – ANJUKZONE – Menjadi seorang petani sukses adalah menjadi dambaan banyak orang. Apalagi lahan yang diolahnya dapat menghasilkan hasil panenan yang melimpah dan memiliki harga jual yang pantas, tentu membuat hati ngiler. Namun untuk menjadi petani sukses tidak semudah membalikkan telapak tangan, cukup dengan “sim salabim abra kadabra,” dapat menghasilkan hasil yang melimpah. Melainkan dibutuhkan ketekunan dan keseriusan dalam mengelola lahan pertanian.

Seperti ditekuni salah seorang perempuan bertitel Insinyur Teknik Kimia jebolan Universitas Pembangunan Nusantara (UPN) Veteran Yogyakarta ini. Adalah Ir. Riswanti Iriani, berawal dari sebuah hobi menanam segala jenis tanaman, baik tanaman hortikultura maupun tanaman keras,kini berbuah manis.

Foto: Ir. Riswanti Iriani, di tengah lahan buah Klengkeng super

Awalnya, Riswanti yang beralamat di Desa Kagungan Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat, Provinsi Lampung ini, hanya menanam tanaman holtikultura berupa tanaman sayur, tanaman buah, tanaman obat, dan tanaman hias di sekitar pekarangan rumahnya untuk dikonsumsi sendiri. Namun, kesukaannya bercocok tanam menjadi berkelanjutan setelah melihat hasil pekarangan banyak ditumbuhi aneka tanaman. Bahkan variannya kian bertambah, lantaran apa yang dia pingini, bila mengetahui jenis tanaman selalu dibawa pulang untuk dibudidayakan. Seperti tanaman sayur, beraneka jenis hampir bisa ditemukan, mulai dari terong ungu dan sejenisnya, kacang panjang, bayam, aneka cabe, ketu, yang jumlahnya tidak terbilang.

Foto : Ir. Riswanti Iriani bersama hasil cakokan jambu kristal super dalam polibag
Foto : Ir Riswanti Iriani bersama tanaman jambu air bermedia polibag

Belum cukup koleksi tanaman hortikultura yang dibudidayakan. Maklumlah, dari lahan yang cukup luas, pantaslah dibudidayakan aneka buah-buahan. Seperti jambu dengan beberapa variannya, kelengkeng berbagai jenis super, nangka, nagkadak, serta sejumlah tanaman buah yang langka.

Ini belum cukup, di sekitar pekarangan juga tampak tanaman dengan media polibag yang penuh tanaman hias dan toga.

Yang membuat aneh dari orang yang satu ini adalah, semua biasa dia kerjakan sendiri, mulai dari proses menanam, pembasmian hama, hingga pemupukan. Dan hasilnya selalu tumbuh dan berbuah dengan baik. Karuan saja, dari lahan yang luasnya berhektar-hektar itu, dapat dinikmati hasilnya.

Foto: Ir. Riswanti Iriani bersama anak-anak PKL dalam bimbingan menanam sayur-sayuran

Lantas, berapa rupiah yang dia dapat dari hasil berkebun buah dan sayur-mayur  tersbut?

Ini yang membuat hati kesal bagi orang melihatnya setelah musim panen tiba. Baik tanaman buah maupun sayuran banyak dibiarkan begitu saja, hingga membusuk di ladang. Terkadang, diperuntukkan para tetangga siapa yang mau, bisa memetik sesukanya.

Riswanti mengaku, memang sangat menyukai segala jenis tanaman. Baik tanaman hortikultra maupun tanaman keras. Lebih-lebih jenis tanaman langka, yang keberadaannya sudah mulai sulit didapat. Bila ketemu orang yang satu ini pasti dibeli dan dibawa pulang untuk dikembangkan.

Foto: Ir. Riswanti Iriani bersama tanaman terong bermedia polibag

Namun untuk menjual hasil panennya dia mengalami kesulitan, sehingga dijual dengan harga murah atau dibiarkan begitu saja. Memang, pernah dijual hingga ke Jakarta atau Lampung, namun tidak berjalan lama. Pasalnya, harga jual tidak sebanding dengan ongkos transportasi dan kuli.

Namun belakangan, hasil kebun buah Riswanti mulai dikenal banyak orang, meski sebatas orang dalam daerah, namun sudah lebih baik, ketimbang hasil tanamannya banyak yang sia-sia. Mereka banyak yang datang untuk memesan, sebagai barang dagangan pengisi kios-kios buah di tepi jalan atau  di super market.

Lebih-lebih sekarang, muncul ide baru, dari hasil buah-buah segarnya diproduksi jadi makanan lain atau minuman. Dapat menambah penghasilan, yang cukup lumayan. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *