Berita Edukasi

54 SMP Blitar Gagal Ikut UNBK

BLITAR – ANJUKZONE – Ujian Nasional tahun ini, sedikitnya 3.373 siswa jenjang SMP di Kabupaten Blitar tidak bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sehingga mereka tetap harus mengikuti Ujian Nasional secara konvensional, menggunakan kertas dan pensil.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Blitar Budi Kusumarjaka menyampaikan, menjadi pelaksana UNBK harus benar-benar siap, baik sarana maupun prasarana. Setidaknya penyelenggara ujian memiliki komputer dan server yang memadahi, termasuk jaringan internet, aliran listrik dan ruang ujian yang memadahi.

“Sehingga peserta ujian masih tetap mengikuti Ujian Nasional secara konvensional berbasis pensil dan kertas, karena sarana dan prasarana belum siap,” terang Budi.

Sebenarnya, lanjut Budi, pemerintah sudah mempersilahkan sekolah yang belum mandiri sarana prasana bisa bergabung dengan lembaga sekolah lain. Namun tetap saja masih tersisa sekolah yang tidak menggelar UNBK. Jumlahnya sebanyak 54 satuan pendidikan. Alasannya, terkendala transportasi untuk menjangkau sekolah lain untuk melaksanakan UNBK. Baru tahun 2019 nanti, semua SMP sudah bisa melaksanakan UNBK, karena mulai sekarang, semua sekolah sudah melakukan persiapan’

“Kemungkinan baru tahun pelajaran 2018-2019, semua SMP bisa melaksakan UNBK,” tegasnya.

Hal yang sama, Abdul Munib berharap, Anggota DPRD Kabupaten Blitar berharap,  semua sekolah di daerahnya bisa melaksnakan UNBK. Sebab, keamanan dan pelaksanaanya dapat lebih cepat dan efisien juga saat ini semua sudah menggunakan sistem berbasis komputer.

“Teknologi ini akan memudahkan dalam menginput data dan nilai, sehingga secara serentak semua sekolah dan lembaga juga sudah terdaftar dan diketahui sebelum pelaksanaan UNBK berlangsung,” kata Abdul Munib.

Bahkan dikatakan Munib, pelaksanaan UNBK juga memudahkan dalam sistem keamanan soal yang akan diberikan, dimana kalau masih menggunakan kertas ujian masih menggunakan sistem pengawalan sejak pengambilan soal sampai penyerahan soal, namun dengan UNBK ini pengawasan cukup dengan pengawasan masing-masing ruang saja. Namun demikian pihaknya juga meminta Pemkab Blitar dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar siap laksanakan UNBK tahun 2019 depan secara total tanpa pengecualian dengan mempersiapkan peralatan teknologi yang diperlukan.

“Ini juga memudahkan keamanan soal yang sebelumnya banyak isu kebocoran soal yang bisa meresahkan para siswa sebelum ujian berlangsung, sehingga UNBK sangat penting dan memudahkan. Kalau kekurangan peralatan segera ajukan tahun ini sehingga tahun depan sudah siap semuanya,” tegasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *