Lintas Daerah News

Tekan Calo dan Joki SIM, Polres Percayakan LUPS dan TUMOS

NGANJUK – ANJUKZONE – Menekan jumlah praktik joki dan calo dalam pengurusan surat ijin mengemudi (SIM), Satlantas Polres Nganjuk mengadakan program  les uji praktik SIM (LUPS) dan kartu pemohon SIM (TUMOS) bagi semua warga Negara Indonesia, khususnya warga Nganjuk. Program yang kali pertama di-launching  oleh Kapolres Nganjuk, AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta di Mapolres Nganjuk ini bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan SIM agar dapat lulus dengan mudah.

“Untuk pemohon SIM terkadang berkali-kali tidak lulus mengikuti uji praktik, makanya kami adakan les terlebih dahulu bagi pemohon SIM sebelum mereka mengikuti proses pengurusan selanjutnya,” terang Kapolres Nganjuk, Sabtu, 24 Februari 2018.

Program ini (LUPS,red) ini akan dipadukan dengan program Polres Nganjuk hingga ke desa-desa, bekerjasama dengan Babinkamtibmas, untuk menjaring pemohon SIM.

TUMOS adalah berupa kartu digunakan untuk mengurus SIM. Kartu ini hanya dipegang oleh pemohon untuk bisa masuk ke dalam ruang pembuatan SIM. Sedangkan pemohon yang tidak memegang kartu TUMOS, dipastikan mereka tidak bisa menerobos begitu saja ke dalam ruang pembuatan SIM. Pasalnya, pemegang kartu harus terlebih dahulu menggesekkan kartunya pada alat yang sudah disiapkan dekat pintu masuk, baru pintu secara otomatis terbuka. Setelah itu, pintu akan kembali menutup, hingga pemohon berikutnya menggesekkan kartu elektriknya untuk menyusul masuk ruang pembuatan SIM.

Salah satu pemohon SIM sebelum masuk ruang pembuatan SIM menggunakan TUMOS (foto-sukadi)

“Dengan demikian dapat menekan joki dan calo pembuatan SIM. Meski data terakhir sudah tidak ditemukan, paling tidak sistem yang baru kami launching ini dapat menekan praktik joki dan calo,” tegas Dewa.

Di Nganjuk, lanjut kapolres, selama kurun tahun 2017, tercatat setidaknya 245 jiwa melayang akibat kecelakaan. Ini membuktikan di Nganjuk tingkat kecelakaan meninggal cukup tinggi. Diperkirakan, pengendara tidak mendapatkan SIM sesuai prosedur yang benar atau bahkan mereka tidak memiliki SIM.

Padahal, kwajiban yang harus dimiliki oleh pengendara motor adalah SIM, dan untuk mendapatkan surat ijin harus melalui beberapa tahapan, agar memiliki pengetahuan yang cukup tentang berlalu-lintas.

“SIM itu syarat wajib yang harus dimiliki oleh pengendara sepeda motor, agar mereka memiliki pengetahuan yang cukup, seperti memahami rambu-rambu, bagaimana etika menyalip yang benar, cara belok kanan atau kiri, dan sebagainya,” ujarnya.

Masalahnya, apabila sebagai pengguna lalu lintas tidak memiliki pengetahuan yang cukup,  selain membahayakan diri sendiri juga orang lain.

“Maka untuk membuat SIM harus ada uji tulis dan praktik. Kalau tidak lulus mereka harus mengulang dengan mengikuti les,” pungkas kapolres. (sukadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *