News Politik

KPU Fasilitasi APK Pemilukada Nganjuk, Tiap Paslon Boleh Tambah Maksimal 150 Persen

NGANJUK – ANJUKZONE – Masing-masing pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Nganjuk 2018, diperbolehkan menambah alat peraga kampanye (APK), sedikitnya 150 persen dari jatah yang difasilitasi oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Nganjuk.

Untuk pemasangan gambar paslon berupa baliho, KPU hanya menjatah 5 gambar. Hanya tiap paslon bisa menambah sendiri, paling banyak 8 gambar baliho. Baliho-baliho tersebut dipasang di tempat-tempat strategis, sesuai kesepakatan antara pihak KPU dengan tim pemenangan paslon. Pemasangan harus dipasang berjajar sesuai dengan nomor urut undian.

“Dari jatah KPU, masing-masing paslon masih diperbolehkan memasang tanda gambar sendiri (baliho,red), paling banyak 150 persen. Tapi harus dipasang berjajar sesuai nomor urut,” terang Agus Rahman Hakin, Ketua KPUD Nganjuk.

Hanya, lanjut Agus Rahman, pemasangan alat peraga kampanye tidak diijinkan dalam bentuk billboard. Sehingga, selama ada paslon yang terlanjur memasang, terpaksa diturunkan.

Selain baliho, KPU juga memberi jatah APK berbentuk spanduk dengan ukuran 7 x 1,5 meter, masing-masing 150 lembar. APK tersebut akan dipasang di tiap desa, berjajar sesuai nomor urut undian.

“Masing-masing paslon juga diijinkan menambah sendiri paling banyak 150 persen dari jatah KPU. Hanya, desaign dipersiapkan sendiri oleh paslon,”  tegas Agus.

Sehingga, dari total prosentase  jatah KPU, paslon maksimal menyiapkan 426 spanduk, tiap desa.

Bukan hanya baliho dan spanduk, KPU masih memfasilitasi APK lain, seperti umbul-umbul, famlet, leaflet, dan poster.

Untuk umbul-umbul, KPU menfasilitasi sedikitnya 10 lembar untuk tiap paslon, dipasang di tiap kecamatan. Ini pun, tiap paslon masih diijinkan menambah sendiri, 150 persen dari jatah KPU.

Famlet dan leaflet, KPU memfasilitasi sejumlah kepala keluarga (KK) warga Nganjuk. Sedangkan poster, KPU menyediakan sedikitnya 25.145 lembar. APK tersebut akan diserahkan ke tim pemengan paslon masing-masing untuk dikelola sendiri.

“Terserah tim pemenangan paslon, mau dipasang di mana,” ujarnya.

Di Nganjuk, KPU mencatat, ada lebih dari 359.207 KK, sehingga KPU hanya menyediakan alat transportasi untuk mendistribusikan APK ke tiap paslon. Hanya hingga saat ini, ATK tersebut belum siap di kantor KPU.

“Ini masih proses cetak, karena lelang sudah kami lakukan,” pungkas Agus. (skd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *