Berita Edukasi

Siapa Bilang Anak Punk Tak Berguna

“Gelar Baca Buku Gratis di Pinggir Jalan” 

NGANJUK – ANJUKZONE – Kreativitas anak-anak remaja ini patut dicontoh. Meski tidak selengkap perpustakaan, namun ide membuka bacaan gratis di pinggir jalan cukup menarik perhatian. Betapa tidak, anak-anak remaja ini dengan telaten mengumpulkan teman-temannya yang memiliki ide yang sama untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa lewat membaca. Mereka mengumpulkan buku-buku bekas berkualitas untuk dibawa ke pinggir jalan. Di sini, siapa saja meminjam buku gratis untuk dibaca di tempat.

Burhan, salah satu pelajar SMA swasta di Nganjuk, bersama puluhan temannya mengumpulkan buku-buku bekas berkualitas. Buku-buku didapat, baik dari kelompoknya maupun dari orang lain. Setelah terkumpul, buku-buku tersebut dikoleksi untuk selanjutnya dibawa ke pinggir jalan atau tempat-tempat yang ramai pengunjung.

Seperti dilakukan pada saat car freeday di Alun-alun Nganjuk. Setiap Minggu pagi, Burhan bersama kelompoknya menata buku-bukunya dia atas trotoar. Di dekatnya ada tulisan,  baca gratis dan spanduk kecil,  bertuliskan “books for all”.

“Koleksi bukunya kami dapatkan dari buku-buku bekas, sumbangan dari komunitas, sebagian dari orang lain yang peduli,” ujar pelajar yang ngaku pernah jadi anak punk ini.

Kontan saja,  kreativitasnya menarik perhatian pengunjung yang kebetulan melintas. Satu persatu mereka mendekat dan mulai memilih buku yang disukai untuk dibaca di tempat.

Menariknya, kelompok pecinta buku ini adalah protholan anak-anak punk yang sudah insyaf. Mereka akhirnya bersepakat untuk menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat bagi generasi bangsa.

Cita-citanya, setelah sukses dengan ide cemerlangnya itu, Burhan ingin membuat perpustakaan sendiri di rumah bersama kelompoknya.

“Iya, karena ini ide yang baik, kami ingin punya perpustakaan sendiri di rumah,: pungkas Burhan. (skd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *