Budaya Entertainment News

Perajin Gamelan Mustika Laras Rambah Luar Negeri

NGANJUK – ANJUKZONE – Perajin gamelan Mustika Laras di Kabupaten Nganjuk menarik perhatian seorang calon bupati Desy Natalia Widya. Agenda menyapa warga kali ini sengaja diarahkan ke salah satu perajin gamelan, lantaran perajin alat musik tradisonal ini tercatat yang terbesar di Nganjuk. Calon bupati yang akrab disapa Mbak Desy itu mengaku kagum bila di Nganjuk ternyata memiliki potensi produk unggulan seperti perajin gamelan yang berlokasi di Desa Jatirejo, Kecamatan Loceret itu. Ini sesuai impiannya, bila pada putaran pilkada Kabupaten Nganjuk, 27 Juni mendatang, Desy dapat memenangkan perolehan suara, produk-produk unggulan yang ada di Nganjuk akan dikembangkan, salah satunya adalah produksi gamelan.

Mbak Desy, cabup Nganjuk mendatangi Perajin Gamelan Mustika Laras Desa Jatirejo, Kecamatan Loceret (foto – Sukadi)

 

Desy mengakui, produk gamelan warga Nganjuk ini tidak kalah bagusnya dibanding produk dari daerah lain. Bahkan, jumlah pemesannya tidak hanya datang dari dalam negeri, namun sudah sampai luar negeri , seperti Perancis, Inggris, dan Singapura.

 

Didik Adiono, pengusaha kerajinan gamelan, menyampaikan, menekuni usahanya secara turun-temurun. Awalnya, kakeknya yang seorang perajin gamelan menurunkan ilmunya membuat gamelan kepada anaknya, Nurhadi. Hanya setelah sepeninggal Nurhadi, orang tua didik, usahanya dilanjutkan dan berkembang hingga sekarang.

Untuk mengembangkan usaha gamelannya, Didik berusaha menjaga kualitas, termasuk pemilihan bahan baku, berupa besi dan kuningan. Bersama sekitar 20 karyawannya, bahan baku diolah menjadi seperangkat instrumen gamelan dengan bentuk dan nada yang berbeda. Mulai dari ukuran terkecil seperti saron, peking,  hingga alat gamelan yang besar seperti gong.

Selain memproduksi gamelan, Didik juga memproduksi kendang dan ancak atau perangkat yang digunakan untuk menempatkan gamelan bila sudah jadi, serta menerima pesanan souvenir dan miniatur gamelan.

Harganyapun bervariasi, untuk seperangkat gamelan yang berbahan dari logam besi, rata-rata dijual seharga  Rp 75 juta. Sedangkan untuk gamelan berbahan logam dari kuningan dipatok dengan harga Rp 250 juta. Untuk gamelan berbahan besi biasanya dipesan oleh sejumlah sekolah. sedangkan untuk gamelan dari kuningan dipesan oleh perusahaan besar atau kantor-kantor. (skd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *