Bisnis Ekonomi

Harga Buah Segar Melonjak

“Produk Lokal Naik hingga 100 %”

NGANJUK – ANJUKZONE – Musim penghujan, harga sejumlah buah segar melonjak. Terutama, buah segar produk lokal. pelonjakan harga bahkan mencapai 100 persen dari sebelumnya. Diantaranya, jenis buah jeruk siam, duku, apel manalagi, mangga, dan sebagainya. Sementara produk buah impor tidak mengalami pelonjakan harga.

Purwanti, penjual buah segar yang mangkal di depan kantor Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ini. Untuk mengatasi pelonjakan harga buah produk lokal, terpaksa mengurangi stock penjualan. Dampaknya, lapak buah yang biasanya penuh dengan berbagai jenis buah segar, tampak kosong. Kecuali jenis buah yang banyak diminati pembeli saja yang dipajang di lapaknya. seperti jeruk siam, duku, sawo, apel, buah naga, salak, serta beberapa buah jenis impor, seperti apel merah dan buah pir.

“Kalau buah mulai mahal, cuma bisa mengurangi stok atau ambil buah yang tahan lama dan mudah laku,” ujar Purwanti.

Menurut Purwanti, adanya pelonjakan harga buah segar tersebut, menjadikan jumlah pelanggan berkurang. Selain harga lebih tinggi dari biasanya, juga jumlah varian buah berkurang.

Diperkirakan, pelonjakan jenis buah segar diakibatkan, pasokan mulai berkurang sejak sebulan terakhir. Pemicunya adalah musim penghujan. Saat musim penghujan, berbagai jenis buah tidak waktunya musim panen. Hanya jenis buah tertentu saja yang dapat dipanen saat musim penghujan, seperti duku, salak, sawo, dan buah naga, serta produk buah impor.

Namun demikian, dia tetap membuka lapaknya, meski pasokan mulai menipis. atau dia lebih menjemput bola, mendatangi grosir atau pasar-pasar untuk mendapatkan barang dagangannya.(skd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *