News Politik

KPU Hanya Jatah Satu Kali Rapat Umum

“Jadwal Menunggu dari Tim Kampanye”

 

NGANJUK – ANJUKZONE – Selama masa kampanye pemilihan bupati dan wakil bupati Nganjuk 2018, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Nganjuk hanya memberi peluang kepada masing-masing pasangan satu kali, rapat umum. Yakni sejak jadwal masa kampanye dibuka tanggal 15 Februari hingga 23 Maret 2018. Sebelumnya, KPU membuat jadwal untuk masing-masing pasangan,  menghindari waktu yang bersamaan. Jadwal akan diterima tim pemenangan dari masing-masing pasangan calon sehari sebelum pelaksanaan rapat umum. Untuk itu, masing-masing pasangan menjadwalkan terlebih dahulu, selanjutnya disampaikan ke KPU.

Hingga saat ini, KPU belum menjadwalkan rapat umum bagi ketiga pasangan calon. Pihaknya tetap menunggu hingga ada surat masuk untuk menentukan jadwal.

“Sampai sekarang KPU belum membuat jadwal rapat umum bagi masing-masing pasangan, karena mereka belum ada yang mengajukan jadwal pelaksanaan,” kata Ketua KPUD Nganjuk, Agus Rahman Hakim ditemui ANJUKZONE di ruang kerjanya.

Selain rapat umum, masing-masing pasangan calon diperbolehkan menyelenggarakan kampanye dalam bentuk lain, yakni berupa pertemuan terbuka dan tertutup.

Untuk pertemuan terbuka, pasangan calon dibatasi maksimal 1000 orang dengan memanfaatkan lokasi berupa ruangan terbuka, gedung tertutup, atau di luar ruangan.

“Itu kalua untuk tingkat kabupaten, kalua tingkat provinsi maksimal dibatasi sampai 2000 orang,” terang Agus Sama halnya pertemuan terbuka, pertemuan tertutup dapat dikemas dalam bentuk dialog atau tatap muka antara pasangan calon dengan massa pendukungnya. Mereka dapat menggunakan fasilitas gedung-gedung pertemuan milik pemerintah yang disewakan, seperti GOR Bung Karno Begadung, Gedung Balai Budaya, Gedung Juang 45, Gedung Wanita, dan lain-lain. Sedangkan fasilitas terbuka yang dapat digunakan seperti lapangan desa atau stadion. “Ini sebagai mana diatur dalam SK Bupati Nganjuk, tanggal 23 Februari 2018 tentang ketentuan fasilitas-fasilitas umum yang boleh digunakan untuk kampanye pemilihan bupati dan wakil bupati Nganjuk 2018,” katanya.

Sedangkan jumlah pertemuan, KPU tidak memperhitungkan. Pasangan calon diperbolehkan menggunakan waktu sebanyak-banyaknya untuk menyapa calon pemilih, asal tetap mematuhi aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah tentag pemilu. “Yang penting, pasangan calon harus mendapatkan surat tanda terima pemberitahuan (STTP) yang dikeluarkan Polres Nganjuk sebelum menyelenggarakan pengerahan massa selama kampanye,” pungkasnya. (skd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *