News Politik

KPU Gelar Kampanye Damai

“Ketiga Pasangan Tampilkan Talent Unggulan”

NGANJUK – ANJUKZONE – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Nganjuk menyelenggarakan kampanye damai bagi tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Nganjuk. Kampanye damai yang diselenggarakan di lapangan GOR Bung Karno Begadung Nganjuk itu, masing-masing pasangan menampilkan talent unggulan untuk menarik simpati masyarakat. Pasangan Novi – Marhen nomor urut satu menampilkan musiK Al –Banjari, pasangan nomor urut dua, Hanung – Bima menampilkan tari kreasi Anjukladang dan seni Salepuk, serta pasangan Desy – Inul, menampilkan seni tradisional,  Jaranan.

Ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Nganjuk persiapan melepas burung merpati, simbol kampanye damai (foto-sukadi)

Hadir dalam acara, seluruh anggota komisioner KPU, Panwaslu, Kapolres Nganjuk, Kodim 0810 Nganjuk, Kejaksaan Nganjuk, Pengadilan Negeri Nganjuk, serta sejumlah pejabat Pemkab Nganjuk.

Tampak, masing-masing pasangan menampilkan talent-nya berdurasi 30 menit, termasuk yel-yel dan orasinya. Mereka juga diikuti oleh para relawan yang mengenakan atribut calon yang didukung beserta membawa poster pemenangan.

Ketua KPUD Nganjuk, Agus Rahman Hakim menyampaikan, kampanye damai menjelang pemilihan bupati dan wakil bupati di Nganjuk ini diselenggarakan untuk memperkenalkan para calon kepada masyarakat Nganjuk. Bahkan pelaksanaan kampanye damai ini tidak hanya diselenggarakan di Nganjuk, namun secara serentak diselenggarakan di seluruh Indonesia, sesuai jadwal tahapan pemilu, dengan kemasan yang hamper sama.

Ini untuk membuktikan bahwa pelaksanaan kampanye yang baik dapat menghindari sengketa politik pasca pemiiukada nantinya. “Selama kampanye, calon yang tidak mematuhi aturan pemilu, rentan terjadi sengketa politik pasca pilkada di mahkamah konstitusi,” ujar Agus Rahman Hakin.

Sebelum penampilan para telent, diawali dengan sejumlah sambutan dari tokoh lintas agama. Dilanjutkan dengan pembacaan ikrar kampanye damai, dan pelepasan burung  merpati dan balon.

“Pelepasan burung merpati dan balon ke udara sebagai simbul bahwa kampanye pemilihan bupati dan wakil bupati Nganjuk sudah bias dimulai,” pungkasnya. (skd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *