News Politik

Kampanye Damai Desy – Yakin Jaranan

“Tampil Buncit Sedot Banyak Simpati”

NGANJUK – ANJUKZONE- Kendati tampil paling buncit, pasangan bupati Desy Natalia Widya dan wakil bupati Nganjuk, Ainul Yakin mengaku mendapat berkah dalam kampanye damai yang diselenggarakan oleh KPUD Nganjuk, Minggu, 18 Februari 2018. Penampilannya justru mendapat simpati dari masyarakat paling meriah dan banyak, dibanding  kedua pasangan yang tampil membawakan talen unggulannya lebih awal.

Bila pasangan calon bupati dan wakil bupati yang menunjukkan talen-nya, rata-rata hanya dimeriahkan oleh partai pengusung dan relawannya. Justru pada saat pasangan Desy – Yakin tampil dengan seni jaranan, masyarakat yang berada di sekitar lapangan GOR Bung Karno Begadung berangsek merapat, ikut menyaksikan seni tradisional jaranan yang dimainkan oleh Seni Jaranan Samboyo Putro itu.

Mereka ikut membaur, sambil mengikuti gerak tari dari pemain jaranan dan alunan musik yang dilantunkan musik tradisonal tersebut.

Calon Wakil Bupati Nganjuk, Ainul Yakin menyampaikan, kampanye damai merupakan momen yang baik untuk bisa bertemu langsung dengan masyakat pemilih. Untuk itu, calon wakil bupati yang berpasangan dengan calon bupati Desy Natalia Widya itu, langsung mengambil peran sendiri sebagai juru kampanye. Tidak seperti calon-calon pasangan sebelumnya, saat berorasi disampaikan lewat tim suksesnya, namun Ainul Yakin menyampaikan sendiri.

“Karena program-program yang kami sampaikan ini bisa langsung diterima oleh masyarakat Nganjuk, tidak lewat orang lain,” ujar Inul, panggilan akrab dari Ainul Yakin itu.

Selain itu, lanjut Yakin, tampil di atas panggung bersama calon bupati yang diwakili, untuk menunjukkan secara langsung kepada masyarakat, agar tidak salah pilih saat pemilukada nantinya.

Yang menarik saat menampilkan talen-nya, berupa seni jaranan, antusias warga cukup luar biasa. Meski mendapatkan giliran paling akhir, di saat matahari tepat di atas kepala, namun menurutnya, merupakan pertujukkan yang paling bisa diterima oleh masyarakat Nganjuk. Pasalnya, seni jaranan yang diangkat dalam pertunjukkan talen siang itu, benar-benar sudah diperhitungkan, bakal mendatangkan banyak simpati dari warga.

Disoal, mengapa menampilkan seni jaranan, Ainul Yakin yang berlatar belakang seorang wartawan itu menyampaikan bahwa seni jaranan sudah berkembang pesat di Nganjuk. Hampir semua kalangan sudah mengetahui dan menyukai seni jaranan tersebut. Selain itu, seni jaranan yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, sebagai sarana dakwah bagi umat Islam untuk mengembangkan agamanya. Seperti para wali hingga seorang raja di Pulau Jawa, memanfaatkan seni jaranan sebagai media dakwah ajaran agama Islam agar mudah diterima.

“Seperti Sunan Kalijaga, Bethoro Kathong dari Ponorogo, Raja Hamengku Buwono ke-1, dan lain-lain, juga sudah mengenal seni jaranan untuk sarana dakwah,” terang Ainul Yakin.

Untuk itu, seni budaya yang ada di Nganjuk telah menjadi perhatiannya untuk dikembangkan, sebagai modal pembangunan di Kabupaten Nganjuk, bila mendapat amanah sebagai pemimpin pada pemilukada Nganjuk 2018 nanti.

Bukan hanya seni budaya, masalah lain yang yang menjadi perhatian pasangan Desy – Yakin adalah, masalah pertanian dan pariwisata. Terutama, masalah bawang merah, dimana Nganjuk telah menjadi sentra sejak puluah tahun. Namun, para petani masih banyak dihadapkan pada persoalan permainan harga. Juga masalah petani padi, di Nganjuk pernah Berjaya sebagai lumbung pangan, namun kini, gaung lumbung pangan telah punah.

“Maka kami akan berusaha maksimal agar persoalan pertanian di Nganjuk dapat berkembang pesat, sehingga para petani tidak lagi merugi,” pungkasnya. (skd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *