Ekonomi UMKM

Jati Gembol Saradan Laku Rp 60 juta

“Pesanan Capai Amerika”

MADIUN – ANJUKZONE – Bonggol atau tonggak kayu jati yang biasanya hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar, tidak demikian bila jatuh di tangan seorang seniman. Bonggol kayu dapat berubah menjadi perabot rumah tangga ataupun sebuah relief bernilai artistik. Harga jualnya pun bisa mencapai puluhan juta rupiah bila sudah berubah menjadi relief.

Seperti ditekuni, Sudarsono, seorang pengusaha bonggol kayu jati yang berlokasi di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun ini. Bonggol kayu jati yang biasa dia sebut gembol , oyot atau akar itu diolah menjadi perabot rumah tangga yang artistik, seperti meja, kursi, tempat tidur, peralatan dapur, vas bungga, dan sebagainya.

Bukan hanya menjadi perabotan rumah tangga, akar kayu jati tersebut juga diolah menjadi patung relief dalam berbagai bentuk dan ukuran. bahkan, nilai jualnya pun bisa mencapai puluhan juta rupiah untuk satu unit hasil karya.

Menurut Sudarsono, hasil karyanya sudah merambah hingga luar negeri, seperti Amerika Serikat, Philipina, Malaysia, Singapura, dan lain-lain. Mereka rata-rata, membeli dalam bentuk setengah jadi. Sementara, finishing-nya ditangani sendiri.

Yang menarik simpati orang asing tersebut, antara lain hasil karya berupa meja, kursi, dan  patung relief binatang.

Untuk meja dan kursi, perajin akar kayu jati yang sudah menekuni usahanya selama tujuh tahun ini, menjual bijian.  Untuk satu buah kursi dijual seharga sekitar s atu juta rupiah, untuk meja ukuran sedang seharga tiga hingga 4 juta rupiah. Sedangkan untuk jenis ukiran-ukiran, dipatok seharga antara 7 juta hingga 16 juta rupiah, untuk ukuran sedang. sedangkan untuk ukuran jumbo, seperti naga , dijual seharga 60 juta rupiah.

Salah satu pembeli adalah bambang setiawan, asal pasuruan, jawa timur. Dia sudah tiga kali memesan dari hasil karya sudarsono. Hanya, dia lebih suka memilih barang berbahan dari tonggak kayu sono keling. Alasannya, hasilnya lebih artistik dibanding tonggak kayu jati.

Yang menentukan tinggi rendahnya harga, adalah faktor pengerjaan. bila tingkat kerumitan tinggi dan ukurannya besar, harga juga ikut tinggi.

Untuk bahan baku, sudarsono mengaku tidak mengalami kesulitan. Perajin tonggak jati rata-rata mendapatkan bahan dari daerah yang memiliki hutan jati. seperti di daerah madiun, dan bojonegoro.(skd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *