News Politik

Desy Sapa Desa Miskin

“Terima Keluhan Kelangkaan Air dan Lapangan Kerja

NGANJUK – ANJUKZONE – Calon Bupati Nganjuk Desy Natalia Widya kembali menyapa warga. Kali ini calon bupati yang berpasangan dengan Ainul Yakin itu mendatangi warga Nganjuk yang berlokasi di tepi hutan,  tepatnya di Dusun Sendang Gogor,Desa Pinggir, Kecamatan Lengkong. Di salah satu desa terpencil ini, calon bupati yang akrab disapa MbakDesyini, mendapat banyak keluhan dari warga terkait pembangunan infra struktur dan keterbatasan ketersediaan air setiap musim kemarau tiba.

Diakui, akses jalan menuju Desa Pinggir terbilang sulit. Selain sempit,desa yang berlokasi di tengah hutan itu masih berbatu dan sulit dilalui. Lebih-lebih bila musim hujan turun, jalan menjadi licin. Sehingga warga desa setempat enggan untuk keluar rumah, atau sebaliknya bila warga sudah terlanjur bebpergian lantaran terjebak hujan, mereka pilih menunda perjalanaan untuk pulang, menunggu hingga hujan reda.

Warga Dusun Sendang Gogor, Desa Pinggir, Kecamatan Lengkon mengeluhkan minimnya infrastruktur dan kelangkaan air kepada Cabup Nganjuk Desy Natalia Widya (kaos putih,red) (foto-sukadi)

Selain persoalan jalan rusak, warga juga mengeluhkan adanya keterbatasan ketersedaan air bila musim kemarau tiba, di desa yang berada di tengah hutan jati ini, selalu langka air, sehingga warga harus pergi kesumber air yang jaraknya cukup jauh dengan jalan kaki, atau menunggu droping air bantuan dari pemerintah daerah.

Untuk itu, warga Desa Pinggir melalui Calon Bupati Desy yang diusung oleh tiga partai koalisi, partai NasDem, Golkar dan PKS ini, mengusulkan agar segera mendapat perhatian serius, masalahnya, sudah bertahun-tahunDesa Pinggir Kecamatan Lengkong ini selalu dihadapkan dua hal yang serius, yakni masalah kelangkaan air danketertinggalan infrastruktur.

Teguh Santuso, warga Dusun Sendang Gogor menyampaikan, bukan hanya masalah air dan infrastruktur, warga setempat juga menggantungkan ketersediaan lapangan pekerjaan di desanya, selama ini banyak pemuda yang nganggur setelahl ulus sekolah, mereka akhirnya hanya bekerja sebagai  pencari kayu bakar di hutan, atau bekerja di sawah. “Pemuda sini (dusun Sendang Gogor,red) banyak nganggur, mereka hanya menggantungkan perkerjaan dari tengah hutan,” keluh Teguh.

Desy menyambut baik usulan warga terkait permasalahan yang muncul di desa pinggir ini, Desy berusaha semaksimal mungkin agar desa-desa miskin di Nganjuk segera terentas dari persoalan yang menimpanya, termasuk Desa Pinggir. Desy mengakui, masih banyak desa di Nganjuk yang belum tersentuh pembangunan dengan baik, termasuk akses jalan, pembangunan gedung sekolah, tempat ibadah, dan sebagainya.(skd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *